Hadiri Peringatan Hari Jadi, Bima Arya Puji Pemerintahan Sumatera Barat

Wakil Menteri Dalam Negeri  (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, mengapresiasi capaian pembangunan dan arah kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sumbar  dalam rangka Peringatan Hari Jadi Provinsi  ke-81, Kamis (1/10) di gedung dewan setempat. 


Dalam rapat paripurna yang mengusung tema "Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh" ini, Bima Arya yang mengenakan pakaian adat Minangkabau menyoroti pentingnya menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan aspek keselamatan wilayah. 


Secara khusus, ia memuji langkah progresif Pemprov dan DPRD Sumbar yang secara resmi memasukkan dimensi kebencanaan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. 


"Langkah strategis memasukkan dimensi kebencanaan ke dalam dokumen RPJMD dan RPJPD ini merupakan sebuah terobosan yang layak menjadi contoh nasional bagi daerah-daerah lain di Indonesia," katanya.  Ia menilai Sumbar telah menunjukkan kematangan berpikir dengan menempatkan aspek mitigasi sejak awal tahap perencanaan makro. 


Bima Arya menegaskan, ketangguhan sebuah daerah dalam menghadapi risiko bencana seperti gempa bumi, letusan gunung api, hingga hidrometeorologi harus dibangun secara sistemis melalui kolaborasi multipihak. 


'Kita harus mengajak warga, komunitas, akademisi, dan peneliti duduk bersama memetakan risiko guna menguatkan kesiapsiagaan serta ketahanan daerah dari tingkat tapak. Ketangguhan Sumbar terbukti dari kesiapan perencanaan ini, bukan sekadar respons reaktif pascabencana," tuturnya tegas.


Di samping isu kebencanaan, Wamendagri juga mengapresiasi capaian indeks pembangunan manusia (IPM) Sumbar Tahun 2025 yang menyentuh angka 77,27. Angka ini menempatkan Sumbar di peringkat keenam tertinggi secara nasional, sekaligus berada di atas rata-rata IPM Indonesia yang mencatatkan angka 75,90. Pencapaian tersebut mencatatkan kenaikan 0,84 poin (1,10%) dibandingkan tahun 2024.


Menurut Bima Arya, modal pembangunan manusia yang unggul ini menjadi pilar penting di tengah tren pertumbuhan ekonomi Sumbar yang tetap bergerak positif. 


Berdasarkan data Triwulan II-2026, perekonomian Sumbar tumbuh positif sebesar 4,54 persen secara tahunan (year-on-year), didorong lonjakan sektor penyediaan akomodasi dan makan  minum yang melejit hingga 17,57 persen serta kontribusi ekspor barang dan jasa sebesar 13,01 persen.


Melalui momentum Hari Jadi ke-81 ini, Bima Arya berpesan agar seluruh pemangku kepentingan di Sumbar terus mengobarkan semangat gerakan "Sumbar Bergerak Bersama" demi "Membangun Daya Tahan" sosial dan ekonomi masyarakat yang inklusif serta berkelanjutan di masa depan.


Untuk diketahui, rapat paripurna istimewa tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumbar, Muhidi didampingi Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, M. Iqra Chissa dan Nanda Satria. 


Hadir Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Wagub Vasko Ruseimy. 


Selain itu, deretan kursi undangan juga diisi oleh Duta Besar Republik Palestina dan Duta Besar Republik Belarus untuk Indonesia, unsur Forkopimda Sumbar, anggota DPR dan DPD RI daerah pemilihan Sumbar, bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, Sekda Sumbar, kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, serta tokoh masyarakat adat, perwakilan cadiak pandai, dan alim ulama.