PADANG,— Kualitas produk dan cita rasa menjadi faktor penting untuk menarik pelanggan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha. Namun, menghasilkan produk berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan modal. Pengusaha juga membutuhkan pengetahuan, keterampilan, inovasi, serta kemampuan membangun kepercayaan konsumen.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, saat memberikan materi pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Angkatan XVIII di Aula Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) Sumbar, Kamis (15/10).
Menurut Muhidi, pelaku UMKM harus memahami bahwa keberhasilan usaha tidak ditentukan oleh besarnya modal semata. Kemampuan menjaga kualitas, menciptakan rasa yang konsisten, dan memberikan pelayanan yang baik menjadi modal penting untuk mempertahankan pelanggan.
“Untuk menghasilkan kualitas dan rasa yang baik, dibutuhkan proses, ilmu pengetahuan, serta keterampilan. Ini harus terus ditingkatkan agar produk kita mampu menarik pelanggan dan usaha bisa berkembang,” ujarnya.
Muhidi mengatakan, pelaku UMKM juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Persaingan usaha yang semakin ketat menuntut pengusaha terus berinovasi, baik dalam pengembangan produk, pelayanan, maupun strategi pemasaran.
Perkembangan teknologi digital, menurutnya, membuka peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi agar produk lokal semakin dikenal masyarakat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemasaran konvensionalKarena itu, pelaku UMKM didorong untuk tidak berhenti pada pola usaha yang sudah berjalan, tetapi mulai memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis.
Selain kualitas produk dan inovasi, Muhidi menekankan pentingnya investasi nonmodal yang kerap luput dari perhatian pengusaha. Setidaknya, ada sejumlah hal yang perlu dibangun secara berkelanjutan, mulai dari pengetahuan dan keterampilan, relasi, reputasi, hingga waktu dan kesehatan.
Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan mengelola usaha. Sementara itu, relasi yang baik dapat membuka peluang kerja sama dan memperluas jaringan pemasaran.
“Hubungan baik dengan siapa pun merupakan investasi yang potensial. Bisa saja dari hubungan yang kita bangun, muncul peluang kerja sama untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Muhidi juga mengingatkan pelaku UMKM agar menjaga kepercayaan pelanggan. Reputasi tidak terbentuk dalam waktu singkat, melainkan melalui konsistensi kualitas produk, kejujuran, dan komitmen dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
“Membangun kepercayaan orang lain membutuhkan waktu. Karena itu, mari kita jaga dengan baik. Jika orang sudah percaya terhadap produk kita, kepercayaan itu harus dipertahankan,” tegasnya.
Ia menambahkan, waktu dan kesehatan juga merupakan investasi penting dalam menjalankan usaha. Keduanya diperlukan agar pengusaha mampu bekerja secara produktif, mengambil keputusan dengan baik, dan menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.
Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengusaha UMKM Angkatan XVIII tersebut berlangsung selama empat hari, sejak Senin (12/10) hingga Kamis (15/10), di Aula PLUT KUMKM Provinsi Sumbar.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengelolaan usaha, meningkatkan daya saing produk, serta memperluas pasar di tengah perkembangan ekonomi digital.