Ketua DPRD Provinsi Sumbar,
Muhidi, mendorong para guru menyesuaikan metode pembelajaran dengan
perkembangan zaman agar mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)
dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Muhidi, perkembangan
zaman membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, mulai dari metode
pembelajaran, peran guru, hingga tantangan yang dihadapi peserta didik. Karena
itu, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi dan mengubah pola pikir agar
tidak tertinggal dalam menghadapi disrupsi pendidikan.
Hal tersebut disampaikan
Muhidi saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam kegiatan Bimbingan
Teknis (Bimtek) Guru Wali SMA, SMK, dan SLB di salah satu hotel di Kota Padang,
Kamis (15/10).
Muhidi menegaskan, peran guru
saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran. Guru juga harus
mampu menjadi fasilitator, mentor, serta pembimbing dalam membentuk karakter
dan kepribadian peserta didik.
“Pendidik bukan hanya
mengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan. Kita harus mampu mengubah pola
pikir peserta didik, membangun karakter dan adab mereka, serta mengolah ilmu
menjadi kompetensi yang memberikan manfaat,” ujar Muhidi.
Ia menyebutkan, guru memiliki
posisi strategis dalam menyiapkan SDM unggul untuk menyongsong Indonesia Emas
2045. Karena itu, proses pendidikan harus mampu memadukan kecerdasan akademik,
kekuatan iman, dan akhlak mulia.
Muhidi juga mengingatkan
bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai jika guru bekerja sendiri.
Diperlukan sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk
mengawal tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Menurutnya, kolaborasi
tersebut penting agar peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik,
tetapi juga karakter, adab, dan kompetensi yang dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Bidang
Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera
Barat, Monika Nur, mengatakan, bimtek tersebut bertujuan meningkatkan
kompetensi dan kapasitas guru wali pada satuan pendidikan menengah dan
pendidikan khusus.
Kegiatan ini secara khusus
diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru wali dalam mendampingi peserta didik,
memenuhi hak-hak siswa, membangun karakter, serta mencegah dan menangani
berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Monika menjelaskan, kegiatan
tersebut dilaksanakan dalam tiga angkatan selama tiga hari, mulai Rabu (14/10)
hingga Jumat (16/10).
Melalui kegiatan ini,
diharapkan guru wali semakin siap menjalankan peran pendampingan secara
optimal, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung
perkembangan akademik, karakter, dan potensi peserta didik. (*)