Sri Kumala Dewi: 60 Persen Penduduk Sumbar Pemuda, Harus Dibina melalui Kegiatan Positif.

PADANG, — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Sri Kumala Dewi, menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda sebagai investasi masa depan daerah. Dengan sekitar 60 persen penduduk Sumatera Barat disebutnya merupakan kalangan muda, pemerintah perlu memberikan perhatian serius melalui program pendidikan, olahraga, dan ruang kreativitas. 


“Pemuda bukan hanya objek pembangunan, pemuda adalah subjek penentu masa depan daerah. Jika negara tidak hadir memberikan perhatian khusus melalui pembinaan olahraga, pendidikan, dan ruang kreativitas, bonus demografi ini akan berubah menjadi bom waktu: pengangguran, narkoba, dan judi online,” ujarnya.


Menurut Sri Kumala Dewi, besarnya jumlah penduduk usia muda merupakan potensi besar bagi pembangunan Sumatera Barat. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan pembinaan yang terarah agar generasi muda dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing.



Politisi PDIP itu menilai, pemuda membutuhkan ruang untuk menyalurkan energi, bakat, dan gagasan melalui kegiatan positif. Tanpa pembinaan dan pendampingan yang memadai, generasi muda berisiko terjerumus dalam berbagai persoalan sosial yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.


Karena itu, pemerintah perlu memperkuat program kepemudaan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata. Pembinaan olahraga, pengembangan keterampilan, kegiatan seni dan budaya, serta dukungan terhadap kreativitas anak muda perlu menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang tangguh.


Sri Kumala Dewi juga menyinggung pentingnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Olahraga sebagai salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam pembinaan generasi muda. Menurutnya, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana membangun kedisiplinan, karakter, sportivitas, sekaligus membuka peluang bagi pemuda untuk meraih prestasi.


“Perda Olahraga ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan pemuda Sumbar tidak kehilangan arah,” katanya.


Ia menegaskan, besarnya jumlah penduduk muda di Sumatera Barat harus menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Pemerintah dan DPRD perlu memastikan tersedianya program yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda, mulai dari akses pendidikan, fasilitas olahraga, hingga ruang untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.