DPRD Sumbar Dorong Penguatan Peran Guru Wali untuk Cegah Masalah di Sekolah

​PADANG,- Penguatan peran guru wali menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Barat (Sumbar). Keberadaan guru wali dinilai sangat vital, terutama dalam mendampingi peserta didik, membangun karakter, serta mencegah dan menangani berbagai persoalan di lingkungan sekolah.


​Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menyikapi pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Guru Wali SMA, SMK, dan SLB se-Sumbar yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar di The Axana Hotel Padang, 14–16 Oktober 2026.


​Muhidi menilai bahwa penguatan peran tenaga pendidik di sekolah harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memegang posisi kunci dalam mendampingi tumbuh kembang siswa, baik dari sisi akademik maupun pembentukan mental dan karakter.


​"Kemahiran dan keterampilan yang dimiliki para guru diperoleh melalui latihan serta aktivitas yang relevan. Oleh karena itu, pendampingan yang baik membutuhkan kepedulian dan kemampuan guru dalam memahami kondisi siswa. Dengan begitu, persoalan peserta didik dapat terdeteksi lebih awal dan ditangani secara tepat," ujar Muhidi.


​Ia menambahkan, keberhasilan pendampingan siswa memerlukan sinergi yang kuat antara berbagai pihak, mulai dari orang tua, guru Bimbingan Konseling (BK), pihak sekolah, dinas pendidikan, hingga pemangku kepentingan terkait lainnya.


​"Sekolah harus menjadi lingkungan pembelajaran yang aman, inklusif, dan berkualitas. Kolaborasi yang efektif dibangun melalui komunikasi terbuka dan transparan tanpa ada salah penafsiran. Pemantauan terhadap perkembangan anak harus dilakukan secara berkesinambungan, baik di rumah maupun di sekolah," tegasnya.


​Melalui pendampingan yang berkelanjutan ini, DPRD Sumbar mendorong agar peningkatan kapasitas tenaga pendidik terus berlanjut. Kualitas pendidikan diharapkan tidak hanya diukur dari capaian prestasi akademik semata, tetapi juga dari keberhasilan melahirkan generasi muda yang mandiri, sehat, berintegritas, dan berkarakter.


​Sementara itu, Bimtek yang digelar Dinas Pendidikan Sumbar ini diikuti oleh ratusan guru dari jenjang SMA, SMK, dan SLB kabupaten/kota se-Sumatera Barat.


​Pada hari pertama pelaksanaan, Rabu (14/10/2026), tercatat sebanyak 450 peserta dijadwalkan mengikuti sesi Bimbingan Teknis yang terbagi ke dalam Angkatan I Kelas A dan Kelas B. Kegiatan ini dirancang untuk membekali guru wali agar lebih optimal dalam memenuhi hak-hak siswa, memperkuat karakter, serta merespons berbagai dinamika peserta didik di satuan pendidikan masing-masin