Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar,
Nurfirmanwansyah, mendorong penguatan literasi dan keamanan digital di kalangan
pelajar untuk menghadapi ancaman siber serta pesatnya perkembangan kecerdasan
buatan (AI). Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi
bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan
tersebut disampaikan Nurfirmanwansyah saat menghadiri kegiatan Digital Safety
Champions: Membangun Literasi Online Trust and Safety di Kalangan Pelajar di
Indonesia di SMK Negeri 2 Gunung Talang, Kabupaten Solok, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan itu diikuti sekitar 130 siswa dan mendapat apresiasi darinya terhadap
upaya Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Sumatera Barat dalam
memperkuat pemahaman keamanan digital generasi muda.
“Bangsa
yang besar bukan hanya bangsa yang mampu membangun infrastruktur fisik, tetapi
juga bangsa yang mampu membangun kualitas manusianya,” ujar Nurfirmanwansyah
dalam sambutannya.
Ia
mengatakan, perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi masyarakat
untuk memperluas pengetahuan, mengembangkan usaha, meningkatkan kreativitas,
dan memperkenalkan potensi daerah kepada dunia. Namun, kemajuan tersebut juga
menghadirkan tantangan yang perlu diantisipasi bersama.
Perundungan
siber (cyberbullying), penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, penyebaran
hoaks, dan manipulasi informasi menjadi sejumlah ancaman yang perlu dipahami
masyarakat. Perkembangan AI juga semakin memudahkan pembuatan dan penyebaran
konten sehingga kemampuan memeriksa kebenaran informasi menjadi semakin penting.
Nurfirmanwansyah
menilai, pendidikan literasi digital merupakan bagian dari investasi
pembangunan sumber daya manusia. Pelajar tidak hanya perlu mampu menggunakan
teknologi, tetapi juga harus memahami risiko, menjaga etika, dan bertanggung
jawab dalam aktivitas digital.
“Indonesia
Emas 2045 bukan sekadar cita-cita yang kita ucapkan. Indonesia Emas 2045 adalah
tanggung jawab yang harus kita persiapkan bersama,” tegasnya.
Kegiatan
tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Relawan TIK, Kementerian Komunikasi
dan Digital (Komdigi), Internet Society Indonesia Jakarta Chapter, IDAcademy,
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dan Universitas Esa
Unggul.
Sementara
itu, Ketua RTIK Sumatera Barat, Yendi Putra, menegaskan bahwa percepatan literasi
digital di Sumatera Barat merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh
ditunda.
Menurut
Yendi, penggunaan media sosial yang semakin luas harus diimbangi dengan
peningkatan pemahaman tentang keamanan akun, perlindungan data pribadi, dan
kemampuan memeriksa kebenaran informasi.
Ia
juga menyampaikan bahwa jumlah pengguna media sosial di Indonesia telah
melampaui 200 juta. Angka tersebut perlu dicermati karena satu orang dapat
memiliki lebih dari satu akun sehingga jumlah akun tidak selalu mencerminkan
jumlah individu pengguna.
Yendi
menambahkan, literasi digital bukan hanya kemampuan mengoperasikan perangkat
atau mengakses internet, melainkan juga mencakup kemampuan berpikir kritis,
menjaga etika, memahami risiko, dan mengambil keputusan secara bertanggung
jawab.
Melalui
kegiatan tersebut, RTIK Sumbar berharap pelajar dapat menjadi agen perubahan
yang turut menyebarkan pemahaman tentang keamanan digital di sekolah, keluarga,
dan lingkungan masyarakat.
Kegiatan
itu turut menghadirkan Supri Ardi, pegiat media sosial berbasis kecerdasan
buatan, serta Rahmad Saputra, akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera
Barat. Kehadiran keduanya memperkaya pembahasan mengenai perkembangan AI dan
tantangan keamanan dalam aktivitas digital sehari-hari.
Pihak
SMK Negeri 2 Gunung Talang juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dukungan jajaran majelis guru dan antusiasme siswa mengemuka selama kegiatan
berlangsung. Harapan agar edukasi serupa kembali dilaksanakan tercermin dalam
ungkapan, “kalau bisa, tambah ciek lai”.
Melalui
kolaborasi pemerintah, komunitas digital, lembaga pendidikan, akademisi, dan
keluarga, penguatan literasi digital diharapkan terus berkembang agar generasi
muda mampu menghadapi perubahan teknologi dengan pengetahuan, etika, dan
karakter yang kuat.
Upaya
tersebut menjadi bagian dari persiapan sumber daya manusia yang tidak hanya
cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara aman dan
bertanggung jawab untuk berkontribusi bagi Sumatera Barat dan Indonesia. (*)