Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumbar, Endarmy, mendesak pemerintah daerah memprioritaskan alokasi
Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk perbaikan dan pemulihan SMAN 1 Batang Anai,
Kabupaten Padang Pariaman, yang terdampak bencana banjir bandang beberapa waktu
lalu.
Menurut
Endarmy, pemulihan kondisi fisik sekolah harus menjadi perhatian serius karena
berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan siswa dalam mengikuti
proses belajar mengajar.
Ia
mengatakan, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan akibat dampak bencana,
kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Batang Anai tetap berjalan. Kondisi
tersebut patut diapresiasi, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk menunda
penanganan kerusakan yang dialami sekolah.
“Fraksi Partai NasDem memberikan perhatian khusus terhadap kondisi SMAN 1 Batang Anai. Kami mendesak pemerintah daerah agar memprioritaskan alokasi TKD untuk perbaikan dan pemulihan sekolah tersebut,” tegas Endarmy saat diwawancarai baru-baru ini.
Ia
menilai, kebutuhan pemulihan sarana dan prasarana pendidikan pascabencana
bersifat mendesak. Karena itu, kebijakan penganggaran harus diarahkan pada
kebutuhan nyata di lapangan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan serta
urgensi penanganannya.
Endarmy
juga menegaskan, Fraksi Partai NasDem menolak pola realokasi anggaran yang
bersifat spekulatif dan improvisatif tanpa kepastian waktu pelaksanaan yang
jelas. Menurutnya, ketidakpastian penganggaran dapat menghambat proses
pemulihan sekolah, sementara kebutuhan untuk menciptakan lingkungan belajar
yang aman dan nyaman harus segera ditangani.
“Jangan
sampai penanganan fisik sekolah pascabencana tertunda akibat pola realokasi
anggaran yang tidak memiliki kepastian waktu. Keselamatan dan kenyamanan siswa
harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Endarmy
berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret dalam memastikan
ketersediaan anggaran untuk pemulihan SMAN 1 Batang Anai. Dengan dukungan
anggaran yang tepat dan terencana, perbaikan sekolah diharapkan dapat segera
dilakukan sehingga kegiatan pendidikan berlangsung dalam kondisi yang lebih
aman dan layak. (*)