Fraksi PPP DPRD Sumbar menekankan bahwa
sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, ramah anak, dan berkeadaban
serta menjunjung tinggi harkat dan martabat setiap peserta didik.
Juru bicara Fraksi PPP DPRD Sumbar, Nofrizon
dalam rapat paripurna yang digelar DPRD baru-baru ini mengatakan, upaya menciptakan lingkungan pendidikan
yang ramah anak harus diiringi dengan mekanisme penanganan persoalan kekerasan
yang profesional, objektif, dan proporsional.
Ia menyampaikan,
perlindungan terhadap korban harus menjadi perhatian utama. Namun, proses penanganan
setiap persoalan juga harus tetap mengedepankan asas keadilan, kerahasiaan,
objektivitas, serta perlindungan terhadap seluruh pihak sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
"Penanganan
persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan harus dilakukan secara
profesional, objektif, dan proporsional. Perlindungan terhadap korban menjadi
perhatian utama, tetapi mekanisme penanganannya juga harus menjunjung tinggi
asas keadilan dan melindungi seluruh pihak," ujarnya.
Selain persoalan
perlindungan peserta didik, dalam kesempatan itu Fraksi PPP juga menyoroti pentingnya penguatan
muatan lokal dalam sistem pendidikan di Sumbar. Ditegaskan,
muatan lokal memiliki
peran strategis dalam memperkuat identitas dan karakter generasi muda.
Ia mengatakan, Sumbar
memiliki kekayaan adat, budaya, bahasa, sejarah, serta nilai-nilai sosial yang
menjadi kekuatan penting dalam membentuk karakter generasi penerus.
Karena itu, muatan
lokal hendaknya tidak hanya dipandang sebagai materi tambahan dalam
pembelajaran, tetapi menjadi bagian integral dari proses pendidikan untuk
membentuk identitas dan kepribadian peserta didik.
Penguatan pendidikan
adat dan budaya Minangkabau, sejarah lokal, seni budaya, olahraga daerah,
pendidikan kebencanaan, pendidikan antikorupsi, serta pendidikan karakter
dinilai sebagai langkah positif yang perlu terus dikembangkan.
Nofrizon berharap,
pengembangan muatan lokal dapat dilaksanakan secara adaptif dengan tetap
mempertimbangkan perkembangan zaman. Dengan demikian, nilai-nilai lokal tidak
hanya diwariskan kepada generasi muda, tetapi juga mampu menjawab tantangan dan
kebutuhan generasi masa depan.
"Pengembangan
muatan lokal harus mampu menjembatani nilai-nilai kearifan lokal dengan
kebutuhan generasi masa depan. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya memiliki
pengetahuan, tetapi juga memahami identitas budaya dan karakter
daerahnya," tuturnya. (*)