Miliki DED, Pembanguann Irigasi Lakitan Kecamatan Lengayang Belum Terlaksana Hingga Sekarang.

Rabu, 17 Februari 2021 | 14:50:25 WIB   35

PADANG,- Pembangunan sistem irigasi daerah Lakitan  Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), telah memiliki Detail Engineering Design (DED). Meski demikian, pengerjaan belum juga dilakukan.

Hal tersebut diungkapkan, Anggota DPRD Sumbar asal Kabupaten Pesisir Selatan Zarfi Deson saat ditemui, Rabu (17/2) di ruang kerjanya. 

“ DED atau gambaran kerja pembangunan irigasi Lakitan Kecamatan Lengayang telah ada dari beberapa tahun lalu, namun hingga sekarang satuan kerja terkait belum memulai pekerjaan tersebut,” katanya.

Dia mengatakan pembangunan sistem irigasi sangat dibutuhkan untuk mengairi ribuan hektare area persawahan. Secara geografis Lengayang merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Pesisir Selatan, bahkan  disebut juga  lumbung padi.

Semenjak dua irigasi pada daerah Langkitan  tidak berfungsi berdampak buruk pada produksi gabah Kecamatan Lengayang.

“ Untuk sekarang beberapa area persawahan berubah fungsi menjadi kebun sawit,” katanya.

Dia berharap Kecamatan Lengayang bisa kembali menjadi lumbung pada pada daerah Pessel, hingga bisa membantu pemerintah Sumbar dalam program swasembada pangan. Untuk saat ini, para petani melakukan konsep tanam sawah tadah hujan yang hanya bisa dipanen satu tahun sekali. Secara hasil, tidak signifikan.   

“ karena irigasi rusak banyak petani yang beralih ke perkebunan, jika irigasi kembali berjalan optimal, maka banyak lagi yang akan bertani,” katanya.

Dia mengatakan jika irigasi persawahan berjalan optimal, produksi gabah akan kembali meningkat, dengan waktu panen dua kali dalam setahun, namun  saat ini tidak bisa terlaksana. Dia menambahkan, daerah irigasi yang rusak dan tidak optimal harus diperbaiki.

Untuk diketahui, tiga tahun terakhir produksi padi terbesar dari 15 kecamatan Di Pessel terbesar di Kecamatan Lengayang mencapai  42.408 ton dengan  luas panen 7.646 hektar, diikuti Kecamatan Ranah Pesisir 41.539 ton, luas panen 7.669 hektar dan Kecamatan Linggo Sari Baganti.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib menjelaskan, pengembangan swasembada pangan khususnya gabah, terhambat.

Rusaknya hampir 55 persen daerah irigasi mengakibatkan banyaknya lahan tidur dan tidak optimalnya hasil panen.

Dalam ketentuannya, irigasi 1.500-3.000 hek tare menjadi kewenangan provinsi, lebih dari itu menjadi tanggung jawab pusat. (03)

Share on:

Pengumuman

Kamis, 23 Juli 2020 | 10:56:51 WIB

Maklumat pelayanan informasi publik ..


Kamis, 12 April 2018 | 09:22:45 WIB

Maklumat Sekretariat DPRD Provinsi..


Download

Artikel Terbaru