Reses di Ponpes An Nahl, Irsyad Safar Serap Aspirasi Pengembangan Pesantren

Lima Puluh Kota— Anggota DPRD Sumatera Barat, Irsyad Safar, melaksanakan kegiatan reses di Pondok Pesantren (Ponpes) An Nahl, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu malam (19/8).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Irsyad Safar untuk menyerap secara langsung aspirasi dari pimpinan dan pengelola pondok pesantren, khususnya terkait kebutuhan serta pengembangan pendidikan pesantren di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dalam kegiatan itu, hadir sejumlah pimpinan pondok pesantren di Lima Puluh Kota, di antaranya Ponpes An Nahl, Ponpes Cahaya Islam, Ponpes Ar Rayyan, Ponpes Insan Cendikia Boarding School, Ponpes Hubbul Quran, Ponpes Al Faruq, serta MTI Pakan Sinayan.

Sejumlah aspirasi disampaikan para pimpinan pesantren kepada Irsyad Safar. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dukungan pemerintah daerah terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pesantren.

Para pengelola pesantren berharap adanya akses yang lebih luas terhadap bantuan pemerintah daerah untuk pembangunan dan peningkatan fasilitas, seperti pembangunan masjid, ruang belajar, hingga kendaraan operasional pesantren.

Selain sarana dan prasarana, para pimpinan pesantren juga menyampaikan aspirasi terkait peluang beasiswa bagi para alumni untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.

Dukungan tersebut dinilai penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lulusan pesantren sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk memperdalam ilmu agama dan pendidikan di luar negeri.

Aspirasi lainnya berkaitan dengan peningkatan kapasitas guru dan tenaga pengajar pesantren. Para pimpinan ponpes berharap adanya program pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, sehingga kualitas proses pembelajaran di lingkungan pesantren semakin baik.

Melalui kegiatan reses tersebut, Irsyad Safar mendapat gambaran langsung mengenai berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pondok pesantren di Lima Puluh Kota.

"Aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan masukan dalam memperjuangkan dukungan terhadap pengembangan pesantren, baik dari sisi sarana dan prasarana, peningkatan kualitas tenaga pendidik, maupun pengembangan pendidikan lanjutan bagi para alumni" ujar Irsyad Safar.