Lima Puluh Kota — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irsyad Safar, melaksanakan kegiatan reses di Masjid Nurul Ihsan, Jorong Air Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi momentum bagi Irsyad Safar untuk menyerap secara langsung aspirasi dan berbagai kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
Reses turut dihadiri Camat Harau Faizil Aziz, S.IP., M.Si., Kepala Jorong Air Putiah Afrizal Datuak Karaing, Ketua Masjid Nurul Ihsan, anggota Badan Musyawarah (Banmus), ninik mamak, bundo kanduang, kelompok tani, pemuda dan pemudi, serta masyarakat Jorong Air Putiah.
Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah aspirasi disampaikan kepada Irsyad Safar. Aspirasi tersebut antara lain terkait pembangunan masjid dan mushalla di Jorong Air Putiah, serta kebutuhan mesin perontok padi ringan merek Dragon untuk menunjang aktivitas pertanian masyarakat.
Masyarakat juga mengusulkan adanya pelatihan atau bimbingan teknis bagi remaja masjid sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan peran generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Di bidang infrastruktur, warga menyampaikan kebutuhan pembangunan jalan usaha tani (JUT) di belakang Masjid Nurul Ihsan. Selain itu, masyarakat mengusulkan pembangunan rabat beton dari Koto Anau menuju Padang Kancia guna mendukung akses dan mobilitas warga.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan sektor kesehatan. Masyarakat memohon dukungan anggaran untuk pembangunan dan peningkatan fasilitas Puskesmas Pembantu (Pustu) agar pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Irsyad Safar menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses tersebut akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD Provinsi Sumatera Barat sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
Menurutnya, reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan dapat lebih tepat sasaran.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, kelompok tani, generasi muda dan masyarakat sangat diperlukan dalam mendorong pembangunan Jorong Air Putiah dan Nagari Sarilamak secara berkelanjutan.
“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan serta prioritas pembangunan,” ujar Irsyad Safar.
Ia berharap hasil reses tersebut dapat menjadi masukan dalam penyusunan program pembangunan, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di bidang infrastruktur, pertanian, keagamaan, kepemudaan dan pelayanan kesehatan.(**)