Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi mengajak seluruh elemen masyarakat
membangun budaya kewaspadaan dini sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban,
dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ajakan itu disampaikan Muhidi saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas
Kewaspadaan Dini Masyarakat, Kamis (6/8).
Menurut Muhidi, menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bukan hanya
menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran aktif seluruh
lapisan masyarakat juga sangat dibutuhkan, terutama dalam mendeteksi dan
mencegah berbagai potensi gangguan sosial sejak dini.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mengajak kepada kebaikan
dan mencegah kemungkaran. Mengapa kemaksiatan semakin meluas? Karena sering
kali orang-orang baik memilih diam dan tidak mengambil peran. Padahal, jika
kita berani mengingatkan dengan cara yang baik, Insya Allah akan membawa
perubahan,” ujar Muhidi.
Ia menegaskan, mengingatkan sesama dengan pendekatan santun dan persuasif tidak
bertentangan dengan hak asasi manusia. Sebaliknya, hal tersebut merupakan
bentuk kepedulian sekaligus investasi untuk menjaga masa depan generasi muda.
“Kalau ada anak-anak kita yang mulai melakukan hal-hal yang tidak baik,
panggil dan ajak bicara dengan baik. Tidak perlu dengan kekerasan. Bekerja
samalah dalam kebaikan, karena kewaspadaan dini membutuhkan kepedulian seluruh
masyarakat,” katanya.
Muhidi juga mengingatkan masyarakat agar bijak menyikapi derasnya arus
informasi di era digital. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dan
menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kalau ada informasi, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Cek dulu
kebenarannya, dari mana sumbernya, apa manfaatnya, baru kemudian
ditindaklanjuti. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks yang justru
merugikan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muhidi menyebut kewaspadaan dini tidak hanya berkaitan dengan
persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga mencakup
aspek sosial, kesehatan, hingga kebencanaan.
Menurutnya, meningkatnya kepedulian dan partisipasi masyarakat akan membantu
mendeteksi berbagai potensi ancaman lebih awal. Dengan demikian, persoalan yang
muncul dapat segera diantisipasi sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih
besar.
“Kewaspadaan dini bukan hanya soal keamanan. Ini juga menyangkut bidang
sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Jika masyarakat memiliki kepedulian dan
mau bekerja sama, maka potensi gangguan bisa dicegah lebih awal sehingga
tercipta rasa aman dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (*)