Fraksi NasDem Minta Evaluasi Menyeluruh BUMD yang Terus Merugi

Fraksi NasDem meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap badan usaha milik daerah (BUMD) yang belum menunjukkan kinerja optimal, terutama perusahaan daerah yang terus mengalami kerugian. Penekanan ini disampaikan dalam rapat kerja yang digelar DPRD Sumbar baru-baru ini.

Juru Bicara Fraksi NasDem, Irwan Zuldani menegaskan, penyertaan modal daerah kepada BUMD merupakan bentuk investasi publik yang harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Karena itu, keberadaan BUMD yang terus merugi tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang wajar.

"Setiap penyertaan modal yang bersumber dari APBD harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Oleh sebab itu, kondisi BUMD yang berkinerja kurang baik dan terus mengalami kerugian harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah," ujarnya.

Menurut Irwan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat perlu melakukan evaluasi berbasis kinerja secara objektif terhadap seluruh BUMD. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap rupiah penyertaan modal yang telah dikucurkan benar-benar memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah maupun pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mendorong pemerintah mengambil langkah tegas terhadap BUMD yang dalam kurun waktu tertentu tidak menunjukkan prospek perbaikan yang jelas.

"Apabila hasil evaluasi menunjukkan tidak adanya prospek perbaikan yang memadai, pemerintah perlu mempertimbangkan langkah restrukturisasi atau kebijakan lain yang lebih efektif untuk melindungi kepentingan keuangan daerah," katanya.

Fraksi Partai NasDem berharap pengelolaan BUMD ke depan dilakukan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel sehingga mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Senada, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Sumbar, Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo mengatakan, hingga kini hanya sedikit BUMD yang mampu memberikan dividen secara signifikan. Sebaliknya, beberapa perusahaan daerah justru terus membebani keuangan pemerintah.

Dikatakan Nurkhalis, Fraksi Gerindra sependapat bahwa memang sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh BUMD dengan indikator yang objektif.

BUMD harus dikelola secara profesional, memiliki target bisnis yang jelas, diawasi secara ketat, dan apabila terus merugi tanpa prospek perbaikan maka pemerintah harus berani melakukan restrukturisasi bahkan likuidasi sesuai ketentuan yang berlaku,”tegas Nurkhalis. (*)  

 

 

 

(function(doc, head, body){ var coreCall = doc.createElement('script'); coreCall.src = interdeal.domains.js + 'core/5.2.8/accessibility.js'; coreCall.defer = true; coreCall.integrity = 'sha512-ka0NgF7zDksnhoZ5ZCKlm+t0F7KTih5lCfXwuzQDnrwu/EdKZSsJotoJvQPd0cuVmV63s0q2cgoUjeki688PuQ=='; coreCall.crossOrigin = 'anonymous'; coreCall.setAttribute('data-cfasync', true ); body? body.appendChild(coreCall) : head.appendChild(coreCall); })(document, document.head, document.body);