Padang — Program pemberdayaan umat berbasis masjid yang dijalankan pengurus Masjid Raya Marhamah, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, menarik perhatian Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi.
Program tersebut dinilai tidak hanya mendorong penguatan ekonomi jamaah, tetapi juga memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan sekitar masjid.
Ketertarikan Muhidi terhadap program itu terungkap saat ia mengunjungi masjid tersebut dalam kegiatan Safari Ramadhan Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Kamis (5/3).
Dalam kesempatan itu, Muhidi menyatakan kesiapannya menjalin kerja sama dengan pengurus masjid untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Ia bahkan menawarkan pelaksanaan kegiatan reses yang melibatkan para pelaku UMKM binaan masjid guna meningkatkan kapasitas usaha mereka.
“Bapak pengurus di sini punya orang, saya punya program. Mari kita bekerja sama membangun ekonomi umat mulai dari masjid,” ujar Muhidi.
Ia mengapresiasi pengurus masjid yang dinilai berhasil mengembangkan program pemberdayaan ekonomi jamaah, terutama setelah pandemi COVID-19. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat.
“Ternyata Masjid Raya Marhamah ini tidak hanya tempat salat, tapi sudah mulai dirancang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Kalau setiap masjid seperti ini, Insya Allah persoalan ekonomi umat bisa kita atasi,” katanya.
Muhidi juga menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi umat merupakan salah satu program unggulan yang ia jalankan selama ini. Setiap tahun, sekitar 1.000 pelaku UMKM mendapatkan pelatihan melalui program yang diinisiasinya.
“Saya memiliki program unggulan pemberdayaan ekonomi UMKM. Setiap tahun sekitar 1.000 pelaku usaha kami latih agar mereka bisa naik kelas. Harapannya ekonomi umat semakin kuat, selain program di bidang pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Raya Marhamah, Burhasman Bur, mengatakan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid tersebut digagas untuk membantu masyarakat mempertahankan usaha, terutama saat sektor ekonomi terpukul akibat pandemi COVID-19.
Menurutnya, program tersebut dimulai dengan modal kecil namun mampu berkembang secara bertahap. Awalnya setiap pelaku usaha menerima modal Rp500 ribu dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang.
“Awal program berjalan, modal yang diberikan Rp500 ribu per orang. Pembayarannya kami atur per minggu dan hingga kini semuanya berjalan lancar tanpa ada tunggakan,” ujar Burhasman.
Seiring berjalannya waktu, nilai modal yang dikelola dalam program tersebut meningkat hingga mencapai sekitar Rp2 juta per peserta.
Kunjungan Safari Ramadhan Ketua DPRD Sumbar tersebut disambut antusias masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, Muhidi juga menyerahkan bantuan untuk Masjid Raya Marhamah sebesar Rp50 juta, serta bantuan pribadi sebesar Rp1 juta.
Program tersebut dinilai tidak hanya mendorong penguatan ekonomi jamaah, tetapi juga memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan sekitar masjid.
Ketertarikan Muhidi terhadap program itu terungkap saat ia mengunjungi masjid tersebut dalam kegiatan Safari Ramadhan Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Kamis (5/3).
Dalam kesempatan itu, Muhidi menyatakan kesiapannya menjalin kerja sama dengan pengurus masjid untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Ia bahkan menawarkan pelaksanaan kegiatan reses yang melibatkan para pelaku UMKM binaan masjid guna meningkatkan kapasitas usaha mereka.
“Bapak pengurus di sini punya orang, saya punya program. Mari kita bekerja sama membangun ekonomi umat mulai dari masjid,” ujar Muhidi.
Ia mengapresiasi pengurus masjid yang dinilai berhasil mengembangkan program pemberdayaan ekonomi jamaah, terutama setelah pandemi COVID-19. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat.
“Ternyata Masjid Raya Marhamah ini tidak hanya tempat salat, tapi sudah mulai dirancang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Kalau setiap masjid seperti ini, Insya Allah persoalan ekonomi umat bisa kita atasi,” katanya.
Muhidi juga menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi umat merupakan salah satu program unggulan yang ia jalankan selama ini. Setiap tahun, sekitar 1.000 pelaku UMKM mendapatkan pelatihan melalui program yang diinisiasinya.
“Saya memiliki program unggulan pemberdayaan ekonomi UMKM. Setiap tahun sekitar 1.000 pelaku usaha kami latih agar mereka bisa naik kelas. Harapannya ekonomi umat semakin kuat, selain program di bidang pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Raya Marhamah, Burhasman Bur, mengatakan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid tersebut digagas untuk membantu masyarakat mempertahankan usaha, terutama saat sektor ekonomi terpukul akibat pandemi COVID-19.
Menurutnya, program tersebut dimulai dengan modal kecil namun mampu berkembang secara bertahap. Awalnya setiap pelaku usaha menerima modal Rp500 ribu dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang.
“Awal program berjalan, modal yang diberikan Rp500 ribu per orang. Pembayarannya kami atur per minggu dan hingga kini semuanya berjalan lancar tanpa ada tunggakan,” ujar Burhasman.
Seiring berjalannya waktu, nilai modal yang dikelola dalam program tersebut meningkat hingga mencapai sekitar Rp2 juta per peserta.
Kunjungan Safari Ramadhan Ketua DPRD Sumbar tersebut disambut antusias masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, Muhidi juga menyerahkan bantuan untuk Masjid Raya Marhamah sebesar Rp50 juta, serta bantuan pribadi sebesar Rp1 juta.