Masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota Samapaiakan Kendala Pertanian

Rabu, 03 November 2021 | 13:29:00 WIB   39

Sektor pertanian terus menjadi harapan dari masyarakat untuk bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Hal ini terungkap saat reses yang dilakukan oleh Anggota DPRD Sumbar, Nurkhalis Dt Bijo Dirajo ke daerah pemilihannya (Dapil) di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

Reses ini dilaksanakan Nurkhalis sejak 25 Oktober sampai 1 November kemarin, dengan mendatangi sejumlah titik lokasi di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.
 
Saat dihubungi, Selasa (2/11), Nurkhalis mengatakan, salah satu lokasi yang ia datangi ketika reses adalah, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota. Nagari ini adalah daerah penghasil jeruk gunung omeh yang dikenal berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota.
 
Meski menjadi daerah penghasil jeruk gunung omeh yang sudah dikenal luas, kata Nurkhalis sejumlah kendala masih dihadapi petani setempat yang bergerak di sektor ini.
 
Masalah yang dihadapi diantaranya, sulitnya petani mendapatkan pupuk dengan harga yang terjangkau, dan masih adanya kendala dalam penjualan hasil produksi.
 
Disebut Nurkhalis, petani Nagari Koto Tinggi sering merugi saat harga jual jeruk gunung omeh jatuh di pasaran, sementara di awal  biaya produksi terbilang tinggi karena harga pupuk yang mahal.  
 
Berangkat dari persoalan itu, petani setempat berharap ada solusi sebagai jalan keluar atas permasalahan dihadapi.
 
“Masyarakat minta di bantu, bagaimana caranya ketika harga jatuh, hasil produksi mereka tetap bisa dijual, dan mereka tidak rugi.  Saat reses kemarin saya mengusulkan, selain dijual secara langsung, jeruk ini sebaiknya juga diolah dalam bentuk lain, salah satunya bisa dibuat menjadi selai,” ujarnya.
 
Nurkhalis yang juga Sekretaris Komisi II DPRD Sumbar ini menambahkan, untuk mendukung petani mengolah produksi jeruk mereka ke dalam bentuk lain seperti selai, ia akan menganggarkan sarana prasarana yang dibutuhkan melalui pokirnya di DPRD Sumbar.
 
Termasuk, akan dilakukan juga kordinasi dengan Disperindag Kabupaten Lima Puluh Kota, supaya OPD terkait bisa membantu memberikan pembinaan terhadap petani, bagaimana cara mengolah hasil produksi jeruk menjadi selai, atau ke dalam bentuk lainnya.
 
“Kita juga telah minta pada petani untuk membuat kelompok-kelompok UMKM dari sekarang,  sehingga nantinya bantuan sarana prasana yang dianggarkan melalui pokir saya di DPRD, bisa tinggal disalurkan,” kata kata Nurkhalis menutup.
 
Selain di Nagari Koto Tinggi,  reses Nurkhalis juga dilaksanakan pada beberapa nagari lainnya, yakni di Nagari Sungai Naniang,  Nagari Gaduik, dan Nagari Bukit Sikumpa.

Secara umum, masyarakat beberapa nagari tadi menyampaikan aspirasi, agar dibantu dalam hal pengembangan pertanian, peternakan, dan wisata. (03)