Supardi Bergiat di Tengah Pandemi: Pasar Murah, Bantuan Sembako Hingga Tinjau Penerapan Prokes

Selasa, 24 Agustus 2021 | 15:04:43 WIB   80

PADANG- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Supardi bergiat turun ke masyarakat, di tengah pandemi Covid-19. Melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir), Supardi menggelar pasar murah dan berbagi kebutuhan pokok kepada masyarakat. Selain itu, Supardi juga meninjau penerapan protokol kesehatan di beberapa sekolah yang melaksanakan belajar sistem tatap muka.
 
Menurut Supardi, kondisi ekonomi masyarakat saat ini tengah terpuruk dilanda pandemi Covid-19. Pemerintah melalui berbagai program bantuan terus berupaya menunjang agar masyarakat kuat bertahan secara ekonomi.
 
“Pemerintah dan pemerintah daerah menggelontorkan berbagai program bantuan dengan tujuan memperkuat ketahanan masyarakat di tengah situasi pandemi,” kata Supardi saat gelaran pasar murah di Kota Payakumbuh, Minggu (22/8/2021).
 
Pasar Murah dan Bantuan Sembako
 
Supardi menyebutkan, pasar murah merupakan program subsidi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok. Pasar murah tersebut digelar di empat kecamatan di Kota Payakumbuh dengan sasaran 500 keluarga kurang mampu.
 
“Program pasar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, disubsidi 50 persen sehingga masyarakat kurang mampu dapat memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujar Supardi.
 
Dia menegaskan, saat ini pemerintah dan pemerintah daerah fokus kepada pemulihan ekonomi. Program bantuan yang digulirkan hanya sesaat, sekedar menopang kebutuhan masyarakat untuk beberapa hari.
 
“Kalau ingin pandemi Covid-19 cepat berakhir, protokol kesehatan adalah suatu keniscayaan. Untuk itu, mari bersama-sama melawan pandemi ini, disiplin prokes adalah kunci untuk memutus mata rantai penyebaran Covisd-19,” ungkap Supardi mengimbau warga yang sedang berbelanja di pasar murah dan pada saat penyerahan bantuan.
 
Edukasi Disiplin Prokes
 
Selain itu, Supardi juga meninjau beberapa sekolah yang melaksanakan proses belajar tatap muka. Tinjauan tersebut untuk memastikan apakah protokol kesehatan benar-benar ditegakkan secara disiplin oleh seluruh siswa dan pendidik.
 
Supardi juga mengajak seluruh siswa untuk menjadi “duta” dalam penegakan Prokes Covid-19 di lingkungannya masing-masing.
 
“Dengan semangat yang sama untuk mencegah penyebaran Covid-19 sampai benar-benar musnah, mari, anak-anak sekolah juga harus ikut melibatkan diri,” katanya.
 
“Ini tanggung jawab kita bersama untuk saling menyelamatkan melalui kepatuhan menjalankan protokol kesehatan,” ajak anggota DPRD provinsi dari daerah pemilihan Sumbar 5 yang meliputi Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh itu.
 
Supardi memaparkan, selama masa pandemi, pemerintah telah melakukan pengalihan (refocussing) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Daerah (APBD). Baik APBD provinsi maupun APBD kabupaten dan kota.
 
“Pengalihan anggaran dari berbagai kegiatan, difokuskan kepada penanganan pandemi. Sehingga banyak program pembangunan yang ditunda realisasinya,” paparnya.
 
Kondisi seperti itu, tegasnya, jangan sampai terjadi berkelanjutan, karena akan memberikan dampak besar terutama kepada ekonomi masyarakat. Situasi pandemi ini harus segera berakhir.
 
“Upaya yang paling efektif saat ini adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kita harus menyadari dan bersama-sama mematuhi, agar Covid-19 tidak semakin meluas,” tegasnya.
 
Selain itu, pemerintah saat ini juga terus memacu realisasi pemberian vaksinasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketahanan tubuh sehingga terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity).
 
“Program vaksinasi harus didukung sebagai upaya meminimalisir risiko lebih parah ketika terpapar Covid-19. Masyarakat yang belum divaksin segeralah mendatangi pusat pelayanan kesehatan,” ajaknya.
 
Supardi menambahkan, bantuan pemerintah, baik bantuan langsung tunai, paket kebutuhan pokok, maupun bantuan permodalan, dalam situasi pandemi saat ini lebih bertujuan sebagai simultan.
 
“Langkah yang paling efektif agar kita segera lepas dari situasi pandemi adalah beradaptasi dengan kebiasaan baru yang aman dari terpapar Covid-19. Yaitu beraktivitas dengan mematuhi protokol kesehatan sampai virus corona benar-benar hilang sehingga situasi kembali normal,” tutupnya. 01