Kemacetan Ganggu Perputaran Uang di Sumbar

Kamis, 12 Mei 2022 | 08:37:35 WIB   28

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ali Tanjung, meminta pemerintah provinsi (Pemprov) tanggap memanfaatkan potensi perantau dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pada momentum libur hari raya idul fitri , perputaran uang di Sumbar menembus ratusan miliar.

Ali saat diwawancarai , Minggu (8/5) mengatakan pada tahun ini, jutaan perantau telah menghabiskan waktu untuk berwisata dan berbelanja  di Sumbar, dari transaksi yang dilakukan tentu berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi. Peluang tersebut, mesti ditangkap Pemprov dengan memberikan kenyamanan dan pelayanan.

“ Dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, akan berdampak pada peningkatan PAD, tinggal melakukan evaluasi dari tahun ketahun apa kekurangan yang harus diperbaiki ,”katanya.

Dia mengatakan, salah satu faktor yang bisa menghambat perputaran uang selama libur lebaran adalah kemacetan, dengan terjadinya hal itu tentu banyak perantau yang menghabiskan waktu di jalan, bahkan berjam-jam.

Dengan demikian  proses transaksi yang akan terjadi pada destinasi wisata bisa terhalang, jadikan itu evaluasi pada tahun berikutnya.

Tidak bisa dipungkiri, lanjut Ali, pada tahun sebelumnya kepulangan perantau tidak se signifikan sekarang, bahkan ekonomi pun anjlok sesuai dengan kondisi yang dilanda pandemi  Covid-19, tahun ini adalah kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi Sumbar.

“ peluang ini harus ditangkap untuk meningkatkan PAD yang selama sebagian besar bersandar pada sektor pajak, potensi perantau harus menjadi sumber lain yang diprioritaskan,” katanya.

 Diwawancarai terpisah Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah(BPPD) Sumbar Sari Lenggogeni objek wisata di Sumbar pada tahun ini jauh lebih matang daripada tahun sebelumnya. Hal itu dibuktikan tingkat kunjungan wisatawan yang meningkat.

Dari tingkat kunjungan itu, dia meyakini perputaran uang pada tahun berikutnya bisa berlipat ganda atau diprediksi bisa menembus angka Rp 1 triliun.

Untuk itu, pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota harus tetap bersinergi dan mematangkan sektor wisata Sumbar.

“Selain itu, yang paling penting diperhatikan saat ini adalah tumbuhnya ekonomi kreatif di lokasi wisata. Saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa ekonomi kreatif kurang bergeliat pada sektor wisata. Jadi juga harus ada produk wisata yang inovatif,” ujarnya. (03)