Terkait Kasus Tautan Situs Pornografi Pada Buku Pelajaran Sosiologi SMA, Suwirpen Suib, Sumbar Jangan Sampai Kecolongan.

Rabu, 17 Februari 2021 | 16:00:10 WIB   26

PADANG,- Mencuatnya kasus tautan situs pornografi pada buku pelajaran sosiologi SMA Di Provinsi Jawa Barat. Mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib. 

Dia mengingatkan dinas pendidikan untuk melakukan pengawasan ketat dan jangan sampai kecolongan.
 
" Seluruh unsur, termasuk dprd mesti melakukan pengawasan secara bersama-sama. Jangan sampai pendidikan Sumbar tercoreng dengan hal-hal yang tidak baik ini," katanya saat diwawancarai, Selasa (16/2).
 
Dia mengatakan sebelumnya buku diedarkan para guru mesti m
melakukan cek dan ricek terlebih dahulu, jika ada konten yang tidak layak jangan edarkan dahulu. Contohnya seperti di Jawa Barat, buku telah tersebar baru disadari bahwa ada persoalan itu. 
 
Pendidikan merupakan upaya untuk membentuk generasi yang baik, jika dari kecil ada yang tidak baik maka rencana jangaka panjang itu bisa gagal. 
 
" Sumbar merupakan daerah yang masih kental terhadap budaya dan filosofis adat, bahan ajar yang mengadung  unsur pornografi sangat tabu dan sangat bertentangan, " katanya. 
 
 
Dia menekankan, koordinasi dengan dinas pendidikan, forum guru bidang studi, hingga penerbitan harus dilakukan sebelum satu buku ajar atau soal ujian dirilis ke peserta didik.
 
“Tentu hal itu berat dilakukan, namun dengan digitalisasi pengawasan dan layanan hal itu akan bisa dilakukan ke depan. Selain itu peningkatan kapasitas tenaga kependidikan sebagai salah satu sumber penulisan harus juga dilakukan sehingga mereka bisa meletakkan cara pandang mereka sebagai pendidik bukan sebagai individu yang punya afiliasi politik atau ideologi,” imbuh dia.
 
Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sumbar Muzli M Nur mengatakan masuknya link porno ke buku Sosiologi SMA di Jawa Barat bukanlah kasus pertama pemuatan hal terlarang ke buku ajar siswa.
 
Pada tahun 2014, muncul pemberitaan tentang Buku Pendidikan Jasmani untuk kelas XI yang mengajarkan tentang cara dan gaya berpacaran. Tema bab tersebut adalah “Memahami Dampak Seks Bebas”. 
 
Dijelaskan pula tentang gaya pacaran yang sehat yaitu sehat fisik, sehat emosional, sehat sosial dan sehat seksual.
“Selain itu pernah juga muncul hal kontroversial di buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI SMA di mana ditemukan muatan yang membolehkan membunuh orang musyrik,” katanya. (03)

Share on:

Pengumuman

Kamis, 23 Juli 2020 | 10:56:51 WIB

Maklumat pelayanan informasi publik ..


Kamis, 12 April 2018 | 09:22:45 WIB

Maklumat Sekretariat DPRD Provinsi..


Download

Artikel Terbaru